Kasus Mafia Pupuk Sengaja “Dipeti Es-kan”! Polda NTB Dituding Lindungi Tersangka Distributor Hitam

Massa aksi saat berorasi di Mapolda NTB

Mataram,  pusaranntb.com

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Suku Donggo Mataram (Himasdom) menggedor Kantor Mapolda NTB. Senin (21/11/2022).

Himasdom protes mandeknya penanganan kasus pupuk Subsidi. Dalam aksinya, Himasdom menilai bahwa, Polda NTB tidak pernah serius melindungi dan menegakan hukum yang menyangkut kepentingan Petani.

“Padahal atensi Polda menyelidiki kasus tersebut dimulai tiga tahun lalu,”ungkap Koordinator Lapangan (Korlap) Novel Amidin dalam orasinya.

Pada kesempatan itu, Himasdom juga menuding bahwa, Kapolda NTB, Irjen. Djokopoerwanto gagal menjadi pimpinan Polisi dikarenakan tidak mampu bersikap tegas pada Ditreskrimsus Polda NTB yang menangani kasus pupuk subsidi. 

“Kasus sudah masuk tahap penyidikan, tanpa diumumkan pada publik. Kapolda NTB tidak punya niat baik dan ketegasan membongkar mafia pupuk yang bercokol di Bima dan Dompu selama beberapa tahun terakhir. Kapolda tidak punya kepedulian memberikan jaminan kepastian dan keadilan hukum untuk Petani,” ujarnya.

Novel menegaskan bahwa hampir satu dasawarsa petani NTB dicekik mafia Pupuk Subsidi. Dimasyarakat Bima dan Dompu katanya setiap tahun mengeluhkan, memprotes, dan melakukan aksi sosial untuk membersihkan hama sosial yang merampas hak petani. Menurutnya, mafia pupuk turut disokong keengganan Polisi menegakan aturan secara berkeadilan dan berintegritas.

“Proses Penyelidikan kasus berlangsung selama tiga tahun. Setahun lalu Kapolda NTB dan Gubernur NTB mengklaim mengatensi persoalan Pupuk. Hari-hari ini masih saja petani dicekik mafia, kelangkaan dan kemahalan harga pupuk terjadi disetiap desa yang ada di Bima dan Dompu. Polda NTB mengabaikan fakta bahwa setiap tahun masyarakat keluhkan, protes, dan melakukan aksi terkait pupuk,” tegasnya.

Kordinator Umum Himasdom, Fahrun Khoemeini menyatakan bahwa Kapolda NTB tidak memahami penderitaan yang dialami Petani. Menurut ketua umum Himasdom itu, petani dicekik beragam masalah.

“Pada saat tanam diteror pupuk subsidi yang langka dan dijual sangat mahal hingga mencapai Rp. 250.000 per zak. Petani juga dicekik harga bibit yang tinggi sekali yang ditambah harga pestisida dan herbisida yang tidak terkendali. Sedang saat Panen petani diterpa harga pembelian yang anjlok. Atas nama Himasdom kita dukung Kapolda NTB bongkar mafia pupuk,” tegasnya, saat membacakan pernyataan sikap aksi.

Ketua Umum Himasdom itu menyerukan agar Kapolda NTB bertanggungjawab atas berjamurnya mafia pupuk.

“Kami mendesak Kapolda NTB segera mundur dari jabatannya jika tak mampu membongkar mafia pupuk. Percuma pak Djokopoerwanto jadi Kapolda bila mengurus mafia pupuk yang melakukan kejahatan dengan terang benderang saja tidak mampu, lebih baik angkat kaki dari NTB,” terang Mahasiswa FKIP Unram ini melansir pemberitaan  Incinews.com

Menanggapi aksi Himasdom, sejumlah perwira tinggi Polda hadir menemui masa aksi. Salah  perwira tinggi yang hadir tersebut mengklaim perwakilan Ditreskrimsus Polda NTB. Dia mengatakan bahwa penyelewengan pupuk di kabupaten Bima sudah memasuki Penyidikan.

“Sudah ada tersangkanya. Kemarin berkasnya sudah dilimpahkan tahap satu pada kejaksaan, untuk diteliti,” tegas perwakilan Ditreskrimsus Polda yang tidak ingin identitasnya disebutkan.

Disinggung siapa tersangka dan alasan penyidikan penyelewengan pupuk yang tidak diumumkan pada Publik oleh mahasiswa, perwakilan Ditreskrimsus tidak punya kapasitas menyatakan itu. 

“Satu pintu, untuk siapa tersangkanya bisa dikoordinasikan pada Humas Polda NTB,” pungkasnya.

Sebagai informasi, saat berita ini dirilis, massa sedang melanjutkan perjalanan aksi di Kantor Gubernur NTB. Adapun tuntutan lengkap Himasdom dalam aksi yang digelar di Mapolda NTB adalah sebagai berikut:

1. Menuntut Kapolda NTB mencopot Dirreskrimsus Polda NTB yang tidak serius mengungkap Mafia Pupuk.

2. Menuntut Kapolda NTB membersihkan Polda NTB dari oknum Polisi yang bermasalah sebagaimana Perintah Kapolri.

3. Menuntut Kapolda NTB mundur dari jabatannya jika tak mampu menyelesaikan kasus Mafia Pupuk Subsidi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *